Kegiatan REOS

Abde SLANK : Langkah Koordinasi di Padang Masih Kurang

Kapanlagi.com - Abdee Negara atau disapa Abdee Slank sang gitaris Slank merasa prihatin atas gempa yang terjadi di Padang. Dia merasa teriris akan peristiwa tersebut di mana hingga saat ini masih banyak korban yang membutuhkan bantuan.

Hal tersebut dikatakan Abdee saat ditemui KapanLagi.com pada Sabtu (10/10) dalam sebuah acara di Lapangan Benteng, Medan, yang diselenggarakan oleh salah satu produk sepeda motor. Sebagai musisi, Abdee melihat sudah saatnya seluruh pihak ikut meringankan beban penderitaan korban.

"Secara pribadi saya melihat apa yang terjadi di negeri ini merupakan sebuah peringatan bagi kita semua karena hingga kini masih banyak hal-hal yang tidak wajar dilakukan. Seperti tindakan korupsi dan lainnya di mana hingga kini masyarakat kita masih susah. Jelas ini sebuah ketimpangan. Jadi sudah saatnya semuanya saling berbenah," kata Abdee saat diminta tanggapan atas bencana gempa di Padang.

Tak hanya itu, dikatakan juga oleh Abdee bahwa negara ini merupakan negara yang rawan akan gempa sehingga dibutuhkan langkah-langkah untuk masyarakat agar dapat mengantisipasinya.

"Negeri ini sangat rawan akan bencana gempa sehingga seluruh pihak harus mulai mengambil langkah dengan memberikan berbagai cara dan pelatihan secara dini agar semuanya siap jika terjadi gempa," katanya.

Abdee sendiri saat disinggung tentang masih banyaknya korban gempa yang belum mendapatkan bantuan mengatakan bahwa semuanya ini tidak terlepas karena kurangnya langkah koordinasi.

"Kurangnya bantuan kepada para korban ini semuanya akibat kurangnya koordinasi dari sebagian pihak. Bantuan sebenarnya banyak. Saya sudah melihat langsung bagaimana gempa di Jogja hingga ke Padang, semua bantuan ada. Tapi sistem koordinasi saja. Jelas rasanya menangis melihat begitu banyaknya korban yang tak mendapatkan bantuan," katanya.

"Jadi segeralah lakukan langkah koordinasinya dan sistem yang ada agar dapat dijalankan dan dilakukan pembenahan," tambahnya.

Slank Konser dengan BATIK.

Slank Konser dengan BATIK..


2 Oktober 2009 bertepatan dengan penetapan Batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh badan Dunia UNESCO Slank Ikut berpartisipadi dengan menghadiri undangan acara Gerakan Pelajar se-DKI. Di momen ini pula pelajar yang mengaku gabungan SMU se-DKI mendeklarasikan gerakan yang mereka beri nama ” Sidik Jari ” . Acara yang dilaksanakan di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat ini di hadiri ribuan pelajar, mereka mengenakan pakaian batik sebagai simbol Nasionalisme dan ikut menjaga warisan budaya Indonesia.




Acara yang di mulai dari jam 15.00 WIB ini dibuka dengan orasi para pelajar dan dilanjutkan dengan penampilan Barry Likumahuwa dengan petikan bass yang memukau ribuan pelajar dan dilanjutkan dengan aksi kocak Pandji Pragiwaksono dengan guyonan dia dengan menyanyikan lagu rap semangat perjuangan. Acara puncak pun dilaksanakan dengan membacakan Deklarasi Pelajar, ditutup dengan penampilan Slank. Yang menarik dan mungkin baru pertama kalinya Slank konser dengan kostum batik, Slank membawakan lima lagu yang dibuka oleh lagu “Mars Slankers” dan dilanjutkan oleh lagu ” Lo Harus Grak “.